Rabu, 14 Desember 2011

Rancangan Organisasi dan Pekerjaan

   Organisasi adalah sistem yang menghubungkan sumber sumber daya sehingga memungkinkan pencapaian tujuan atau sasaran tersebut. Rancangan organisasi adalah titik awall bagi pencarian tenaga kerja (procurement). Sebagai bagian dari proses perancangan ini, akan disusun unit-unit tanggung jawab khusus yang umunya disebut "pekerjaan". Pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan ini akan mengakibatkan tercapainya sasaran organisasi secaara keseluruhan. Usaha memperoleh tenaga kerja berkaitan dengan proses memperoleh personel yang paling sesuai untuk melaksanakan tugas-tugas yang ditetapkan pada pekerjaan atau jabatan tersebut.
1. Sasaran - sasaran Organisasi
   Karena organisasi itu dimaksudkan sebagai alat rasional yang dibentuk untuk mencapai sasaran, maka adalah masuk akal untuk memulai pertimbangan atas rancangan organisasi dengan pertimbangan atas sasarannya. Salah satu hal pertama yang diakui oleh sebagian besar manajer adalah bahwa setiap organisasi mempunyai banyak sasaran. Suatu klasifikasi dari sasaran-sasaran organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:
I. Sasaran Primer
    A. Menciptakan dan mendistribusikan suatu produk atau jasa
    B. Memusatkan sasaran perorangan anggota anggota organisasi, seperti
        1. Keuntungan bagi para pemilik
        2. Gaji dan imbalan lain bagi para eksekutif
        3. Upah dan imbalan lain bagi par karyawan
        4. Kepuasan jiwa bagi semua, termasuk
            a. Kebanggaan dalam bekerja
            b. Rasa aman
            c. Penghargaan
            d. Rasa diterima
    C. Memenuhi kewajiban-kewajiban masyarakat dan sosial, seperti
        1. Perlindungan dan peningkatan sumber daya manusia dalam masyarakat
        2. Perlindungan dan peningkatan sumber daya fisik dalam masyarakat

II. Sasaram Sekunder
    A. Kehematan operasi dalam memenuhi sasaran primer
    B. Keefektifitas operasi daam memenuhi sasaran primer


  • Sasaran produk atau jasa (product or service objrctives). Setiap organisasi bisnis harus menciptakan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa sebagai satu dari tujuan dasarnya. Wujud dari sasaran ini adalah berupa mobil, lemari es, kacang dalam kaleng, atau potong rambut.
  • Sasaran perorangan (personal objective). Suatu organisasi tersiri atas dua orang atau lebih. Orang orang ini mempunyai sasaran peroangan yang bermacam macam dan seringkali berlawanan, yang harus dipuaskan secara layak atau orang rang itu akan menarik diri dari organisasi. Sasaran perorangan terdiri dari dua jenis umum yaitu moneter dan non moneter.
  • Kewajiban kemasyarakatan dan sosial (community and social obligations)
  • Sasaran sekunder (secondary objectives). Jika sasaran sekunder tidak dicapai dengan memuaskan, semua sasaran lain akan menderita.
  • Keuntungan dari sasaran produk dan jasa
2. Fungsi - fungsi
   Pada pokoknya ini adalah pemisah fungsi-fungsi tertentu dari pelaksanaan aslinya dan menugaskannya kepada orang lain yang ditambah pada perusahaan itu. Pembedaan fungsi terjadi dalam dua jurusan yaitu ke bawah dan keluar.
a). Diferensiasi Fungsional ke Bawah 
Diferensiasi fungsional ke bawah memiliki tiga fungsi primer itu menciptakan organisasi lini yang murni. Semua anggota menghasilkan, atau membiayai, atau berada dalam rantai komando langsung.
b). Diferensiasi Fungsional ke Luar
Fungsi ini dapat terjadi pada setiap tingkat dalam rantai komando premier. Hal ini mungkin secara bertahap dan berlangsung melalui tahap tahap yang diuraikan yang terdiri dari (1) penugasan atas fungsi itu kepada satu orang, seorang asisten staf ; (2) penciptaan suatu unit staf dengan penambahan suatu unit karyawan ; dan (3) penciptaan unit staf yang lebih besar melalui pengelompokan dengan unit-unit khusus yang dihubungkan
3. Hubungan
    Proses pengorganisasian adalah proses menghubungkan bagian-bagian organisasi satu sama lain dan mengkaitkannya dengan sasaran organisasi. Hubungan yang akan disusun di antara bagian-bagian organisasi itu mempunyai dua bentuk tipe umum yaitu formal dan informal. Hubungan formal adalah hubungan yang disusun secara resmi dan dirumuskan dalam pedoman kerja organisasi, bagan bagan, dan uraian pekerjaan. Tiga hubungan dasar dari kategori ini adalah tanggung jawab, wewenang dan tanggung gugat. 
  • Tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pengarahan yang diterima.
  • Wewenang adalah hak untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan hak untuk melakukannya  atau mengharuskan orang lain melakukannya.
  • Tanggung gugat adalah keharusan untuk mampu mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas

Hubungan informal adalah hubungan yang timbul dari hubungan formal dan disusun secara tidak resmi oleh orang-orang tertentu yang ditempatkan. hubungan ini mencakup hubungan hubungan seperti kekuasaan, status dan politik
4. Struktur Organisasi 
   hasil langsung dari proses organisasi adalah penciptaan struktur organisasi. Struktur ini adalah kerangka dasar dari hubungan formal yang telah disusun. Maksud dari struktur itu adalah untuk membantu dalam mengatur dan mengarahkan usaha-usaha yang dilakukan dalam organisasi sehingga dengan demikian usaha-usaha itu terkoordinir dan konsisten dengan sasaran organisasi.
a). Struktur Organisasi Lini
    Struktur ini diciptakan oleh diferensiasi fungsional kebawah atas fungsi dasar atau primer. Jadi dalam organisasi lini, semua personalia termasuk dalam produksi, penjualan atau pembiayaan atau berada dalam rantai komando langsung diatas tiga fungsi ini. Tidak ada diferensiasi fungsi keluar
b). Struktur Organisasi Lini dan Staf
    Diferensiasi fungsional kebawah dan keluar menghasilkan organisasi lini dan staf. Sebagian besar organisasi perusahaan, kecuali yang amat kecil, mempunyai bentuk struktur ini. Masalah-masalah manajemen telah menjadi cukup kompleks sehingga dengan demikian perhatian tenaga yang dianggap ahli akan memberikan hasil yang lebih efektif dalam bidang bidang yang dipilih.
c). Struktur Organisasi Fungsional
    Suatu hubungan fungsional disusun jika fungsi staf secara langsung dibebani fungsi lini dengan wewenang untuk memerintah bukan memberi nasihat. Jadi, intergritas lini dipecahkan dan beberapa personel bertanggung gugat kepada banyak atasan.
Dewasa ini tidak ada perusahaan yang sepenuhnya difungsionalkan dalam semua fungsi-fungsi khusus. Arti pentingnya terletak dalam tersedianya suatu alternatif ketika. Para penyusun organisasi dapat memilih diantara yang berikut
  1. Suatu fungsi seperti pengangkatan dapat dialokasikan kepada penyelia (organisasi lini)
  2. Hal itu dapat diberikan kepada unit personalia khusus dengan hak hanya memberikan nasihat saja
  3. Hal itu dapat ditugaskan kepada unit personalia dengan hak komando
d). Struktur Proyek
     Peranan khusus manajemen personalia dalam struktur proyek adalah menyediakan para spesialis pendukung dan bersedia untuk berbagi dalam kepenyeliaan mereka. Misalnya, suatu satuan tugasmungkin dibentuk untuk membentuk cabang baru disuatu kota yang jauh. Unit personalia mungkin diminta untuk menyediakan seorang pewawancara penempatan tenaga untuk membantu pemilihan personalia untuk cabang baru tersebut.

Referensi:
Buku Manajemen Personalia - Edwin B. Flippo -  Edisi Keenam Jilid 1- Bab 5. Rancangan Organsasi dan Pekerjaan

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More